|
|
|
- Berlatihlah sebelum memainkan lagu tersebut. Meskipun anda
adalah musisi yang sudah terlatih dengan baik, minimum lihat dan
kenalilah selalu lagu yang akan dimainkan.
- Kenali dahulu karakter lagu. Hal ini berarti kita harus
melihat dahulu siapa pencipta lagu itu, di mana dan dalam suasana
apa dia diciptakan (konteksnya). Hal ini akan membantu pemusik
untuk memainkan ‘suasana’ musik yang benar.
- Lihat dinamika lagu tersebut! Tidak semua lagu dimainkan
dengan lambat, dan tidak semuanya dimainkan dengan cepat. Tempo
lagu bervariasi, karenanya selalu perhatikan tempo lagu yang akan
dimainkan.
- Perhatikan birama lagu. Jangan mainkan lagu berbirama 3/4 dengan birama 4/4.
- Mainkan lagu sesuai dengan nada dasar yang telah diberikan.
- Berikan ‘nafas’ pada intro lagu. Jemaat akan lebih mengerti
dengan otomatis kapan dia harus mulai bernyanyi ketika pemusik
memberi ‘nafas’ pada intro. Artinya, ada bagian yang dimainkan
melambat ketika intro akan berakhir dan jemaat akan mulai
bernyanyi. Hal ini akan memberi tanda kepada jemaat di mana mereka
harus mulai bernyanyi. Berikan juga ‘nafas’ pada bagian interlude
dan ketika akan memulai ayat yang baru. Karena itu, iringan yang
menggunakan music box akan lebih sulit untuk diikuti Jemaat, karena mereka sulit untuk tahu tahu kapan harus mulai bernyanyi.
- Jangan terpengaruh dengan jemaat. Kadang-kadang Jemaat
bernyanyi lebih lambat atau lebih cepat dari tempo yang kita
mainkan. Usahakan untuk tetap setia pada tempo yang kita mainkan.
Kalau memang sudah terbawa, mainkan kembali tempo yang benar di
bagian interlude, agar Jemaat dapat mendengar kembali dinamika
yang benar.
- Jangan korupsi nilai not. Mainkan not yang bernilai 3 ketuk
sebanyak 3 ketuk juga. Banyak pemusik gereja yang mengkorupsi
harga not dan memainkannya lebih cepat dari yang seharusnya.
- Apabila memungkinkan, penggunaan alat musik yang lain di luar
piano dan organ seperti tifa, rebana, tamborin, gitar dapat
digunakan untuk menambah variasi iringan. Penggunaan alat-alat
musik ini juga harus melihat konteks lagu. Menggunakan tifa untuk
lagu “Tabuh Gendang” akan lebih sesuai daripada lagu “Sungguh
Lembut Tuhan Yesus Memanggil”. Tidak semua Gereja terbuka bagi hal
ini, karenanya konsultasikan dahulu dengan Majelis Gereja.
- Hal yang terakhir dan yang tidak kalah pentingnya adalah
meminta bimbingan Tuhan sebelum mulai mengiringi nyanyian Jemaat.
Ingatlah bahwa kita bermain musik untuk mengiringi Jemaat
bernyanyi memuji Tuhan, dan bukan bermain musik di tempat-tempat
umum lainnya. Selain itu, hal ini akan membantu musisi lebih
tenang dan percaya diri.
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar